Rumah Sakit di China Larang Karyawan Muslim Puasa Ramadhan


http://antiliberalnews.com/site/wp-content/uploads/2014/06/chinese-muslim-pray-300x201.jpg
Islamedia.co -Sebuah rumah sakit di China memerintahkan para karyawan Muslim untuk tidak menjalankan puasa selama bulan suci Ramadhan. Hal itu  memicu reaksi dari umat Islam yang melihatnya sebagai diskriminasi terhadap hak minoritas beragama.

“Apanya yang salah? Ini adalah keyakinan agama kami!” komentar seorang netter Yexil Esra dalam sebuah posting di Sina Weibo, sebuah situs microblogging yang terkenal di China oleh departemen kesehatan di sebuah daerah yang dilansir onislam.net (7/6).

“Siapa bilang bahwa hanya karena seseorang tidak makan siang mereka kehilangan kemampuan mental dan fisik mereka untuk bekerja secara normal. Pernahkah Anda berpuasa selama bulan Ramadhan? Anda tidak akan mati karena itu. ”

Komentar-komentar kecaman dari netter muslim berdatangan di akun departemen kesehatan di Sina Weibo. Kecaman berdatangan setelah Rumah Sakit Pengobatan China di Yining, juga dikenal sebagai Ghulja meminta staf Muslim tidak untuk menjalankan puasa Ramadhan agar tidak mempengaruhi pekerjaan mereka.

Karyawan Muslim didesak untuk menandatangani perjanjian dalam sebuah buku kerja rumah sakit. 

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Partai Komunis di rumah sakit, Zhang Xiguang.

Perintah kontroversial dibuat hanya tiga minggu sebelum dimulainya bulan suci Ramadhan, yang akan dimulai sekitar tanggal 28 Juni.

Instruksi Intoleran yang mendiskriminasi umat Islam tidak hanya terjadi ini saja. Terutama terjadi bagi banyak umat Islam yang tinggal di provinsi Xinjiang. Pihak berwenang China dilaporkan telah memberlakukan pembatasan liburan terhadap siswa Muslim Uighur selama musim panas di Xinjiang menjelang Ramadan.

Berdasarkan instruksi ini, siswa Uighur di bawah 18 tahun dilarang berpuasa selama bulan Ramadhan atau mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan. Para siswa yang menentang larangan ini akan dilaporkan kepada pihak berwenang untuk mendapatkan hukuman.[onislam/antiliberalnews.com]

close
Banner iklan disini