Ahli Kedokteran : Hasil Latihan Atlet Berpuasa Malah Lebih Baik


Islamedia.co - Hakim Chalabi mengatakan kewajiban menjalankan ibadah puasa bukan menjadi halangan bagi seorang pemain untuk tidak dapat menampilkan permainan terbaik.
 
Spesialis kedokteran di Doha, Qatar dan ahli kesehatan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menilai justru sebaliknya terkadang seorang atlet mendapatkan sesuatu yang lebih baik ketika dia melakukan puasa.

“Kami sering diminta menyarankan pemain tak berpuasa, tetapi anehnya dalam beberapa kasus atlet justru mendapatkan hasil yang lebih baik selama bulan Ramadan karena berpuasa,” tutur Chalabi dilansir dailymaverick.

“Ada bantuan dari sisi spiritual dan psikologis pemain,”.

Ibadah puasa dijalankan sekitar 12 jam, di mana seorang tidak diperbolehkan untuk menerima asupan (makan, minum, vitamin, dan sebagainya). Menurut Chalabi tentu saja hal ini mempunyai dampak bagi tubuh.

Risiko cedera meningkat bagi mereka yang berpuasa, terutama sendi, otot dan punggung bawah. Risiko meningkat karena kurangnya hidrasi. 

Namun, Chalabi percaya pemain yang menyesuaikan diri dapat mengatasi hal tersebut. 

"Para pemain harus mempersiapkan diri. Kami juga menyarankan mereka untuk tidur siang lagi selama sore hari untuk menebus beberapa jam tidur yang hilang,” katanya.[tribun/Islamedia/YL]



close
Banner iklan disini