Rasyid Ghannusyi Ajak Seluruh Pihak Bersimpati dan Mendukung Ikhwanul Muslimin



Islamedia.co -Ketua Harakah Nahdhah di Tunisia, Rasyid Ghannusyi, mengatakan bahwa yang terjadi di Mesir saat ini bukanlah suasana pemilu presiden. Tapi sebuah sandiwara yang diproduksi dengan cara sangat buruk. Seperti orang yang tertawa sambil berjalan di atas tumpukan tengkorak manusia. Demikian pernyataan Ghannusyi seperti dirilis Islamion, Rabu (14/5/2014) kemarin.

Terkait kemungkinan para pemimpin Ikhwanul Muslimin meminta suaka politik ke Tunisia, Ghannusyi mengatakan, “Secara prinsip, Tunisia adalah sebuah negara demokrasi yang merupakan anggota PBB. Tunisia berhak memberikan suaka politik kepada para aktivis yang mendapatkan tekanan politik di negraranya. Mereka boleh datang dan tinggal di Tunisia, ini secara prinsip. Tapi realitanya, tidak ada satu pun pemimpin Ikhwanul Muslimin yang datang dan meminta suaka di Tunisia.”

Ghannusyi menceritakan sejarah hubungan antara pemerintah Tunisia dan jamaah Ikhwanul Muslimin di Mesir. Pada tahun 60 an, pemerintah Tunisia mendukung Ikhwanul Muslimin di Mesir, dan memprotes jatuhnya vonis mati kepada Sayid Quthub saat itu. Itu saat Tunisia dipimpin oleh Habib Borqiba. Oleh karena itu, jika Tunisia bersimpati kepada Ikhwanul Muslimin, itu bukanlah hal baru, tapi sudah lama ada.

Ghannusyi juga mengajak seluruh pihak yang meyakini demokrasi untuk juga bersimpati dan mendukung Ikhwanul Muslimin di Mesir. “Ikhwanul Muslimin di Mesir berhak untuk mendapat dukungan dari pihak-pihak yang memperjuangkan demokrasi. Mereka itu adalah orang-orang yang terzhalimi. Mereka telah berhasil memegang kekuasaan melalui perjuangan demokrasi yang bersih. Tapi ternyata dijatuhkan dengan cara yang sama sekali tidak demokratis. Kalau masih bermoral dan menjunjung nilai-nilai baik politik, maka sudah selayaknya kita membela mereka.”[dakwatuna/mh]