Persatuan Hamas Fatah Semakin Kuat Ditambah Jihad Islam



Islamedia.coGerakan Jihad Islam Palestina mendukung rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah jika mengutamakan perlawanan dan pembebasan Palestina, Press TV melaporkan.


Pada tanggal 23 April Hamas dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang mencakup partai Fatah, mencapai kesepakatan rekonsiliasi untuk menyelesaikan perbedaan mereka. 



Berdasarkan kesepakatan itu, Hamas dan Fatah akan membentuk pemerintah persatuan dalam lima minggu dan mengadakan pemilihan nasional enam bulan kemudian. 



Dawoud Shehab, juru bicara Jihad Islam Palestina, mengatakan gerakannya mendukung rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah selama mereka tidak menyerah pada hak-hak rakyat Palestina dan terus mendukung perlawanan.



"Jihad Islam menyambut baik pelaksanaan rekonsiliasi nasional antara Hamas dan Fatah. Namun, apa yang menjadi perhatian kami adalah mereka membangun persatuan nasional yang nyata dan strategi yang didasarkan pada perlawanan sebagai jalan menuju kebebasan. Rekonsiliasi harus mengakhiri proses negosiasi dengan pendudukan (Israel)," kata Shehab kepada Press TV pada hari Senin 19 Mei. 



Jihad Islam terus menolak untuk berpartisipasi dalam pemilihan parlemen atau presiden di bawah sistem politik Palestina saat ini, Shehab menambahkan.



Shehab lebih lanjut mencatat bahwa selama 30 tahun terakhir, Jihad Islam telah menolak pendudukan Israel dan menentang pembicaraan dengan Israel karena selalu mengakibatkan hilangnya lebih banyak lahan dan hak-hak rakyat Palestina. [muslimdaily/im]