Penolakan Pembangunan 'Muslim Center' Dekat Ground Zero, Bukti Warga Amerika Intoleran


Islamedia.co - Gedung World Trade Center yang baru di Kota New York, hampir selesai dibangun.
 
Ada rencana membangun “Muslim Center” dengan museum dan masjid yang terletak tiga blok dari Ground Zero – atau lokasi World Trade Center. Meskipun lebih sederhana dari sebelumnya tetapi pembangunan ini tetap mendapat penolakan.

Usulan pembangunan “Muslim Center” itu meliputi bangunan tiga lantai dengan sebuah masjid kecil, pusat komunitas dan museum tentang Islam.

Imam Talib Abdul Rashid – Presiden Dewan Pemimpin Islam – mengatakan proyek itu seharusnya merefleksikan kisah Islam secara lengkap.

“Islam adalah salah satu dari tiga tradisi (agama) Ibrahim, dan kedua – saya lebih berpihak pada yang kedua – ini merupakan sebuah diskusi dan penggambaran akurat dari sosok Muslim di Amerika pada umumnya dan New York pada khususnya,” kata Talib.

Sebelumnya pada tahun 2010, banyak warga AS memprotes rencana pembangunan pembangunan pusat komunitas dan masjid berlantai 15 di lokasi tersebut.


Rencana awal pembangunan pusat komunitas tersebut – yang disebut “Park 51” – akhirnya dibatalkan. Tetapi sebuah rencana baru kini juga memicu tentangan, meskipun rinciannya masih belum diumumkan.

Namun pembangunan "Muslim Center" diapresiasi oleh sekelompok mahasiswa dan profesor dari Kanada yang berkunjung ke New York. Mereka berkesempatan memperoleh penjelasan singkat secara eksklusif dari salah seorang pengembang di lokasi itu.

Alexandra Bain – pakar ilmu agama – yakin sejarah Islam penting bagi komunitas itu dan dunia.

“Warga Muslim sudah berada di Amerika sejak jaman perbudakan. Mereka adalah sebagian dari orang-orang pertama Amerika dan mereka tetap menjadi bagian penting kebudayaan Amerika,” kata Alexandra.[voa/Islamedia/YL]