Pemilu Mesir Sepi, Permalukan As-Sisi


Islamedia.co - Pemerintah Kudeta Mesir memperpanjang penyelenggaraan pemungutan suara pemilu presiden hingga hari ini, Rabu (28/5/2014). Hal tersebut diumumkan setelah dua hari digelar dilaporkan tidak ada peningkatan jumlah pemilih.

Mantan panglima angkatan bersenjata Abdel Fattah al-Sisi yang mengkudeta Presiden Mohammad Mursi ini akan dipermalukan jika tenggat waktu itu tidak ada kenaikan signifikan jumlah pemilih.

Karena jika hanya sedikit pemilih legitimasi al-Sisi jika terpilih menjadi presiden akan terancam. Direktur eksekutif lembaga monitor pemilu, Shayfeenkom, Ahmed Hafez, mengatakan, bahwa wilayah Mesih benar-benar kering.

“Diperkirakan hanya 15-20 persen pemilih terdaftar yang muncul pada hari Senin, dana lebih rendah lagi pada hari Selasa,” ujarnya, Selasa. Salah satu stafnya di TPS dekat kota Qena, katanya, melaporkan hanya enam dari ribuan pemilih terdaftar yang memberikan suara. Desakan koran-koran swasta dan pemerintah yang mendesak pemilih untuk hadir ke TPS hanya sia-sia saja.

Agar semua pegawai negeri bisa memilih, Perdana Menteri Ibrahim Mehleb pun mengumumkan hari libur nasional. Begitu juga juga dengan pasar modal yang ikut-ikutan libur mendadak.

Ternyata Selasa pagi, jumlah pemilih hanya sedikit bahkan di sejumlah TPS tidak ada sama sekali pemilih yang datang.[pelitaonline/im]
Mesir memperpanjang penyelenggaraan pemungutan suara pemilu presiden hingga hari ini, Rabu (28/5/2014). Hal tersebut diumumkan setelah dua hari digelar dilaporkan tidak ada peningkatan jumlah pemilih.
Mantan panglima angkatan bersenjata Abdel Fattah al-Sisi yang mengkudeta Presiden Mohammad Mursi ini akan dipermalukan jika tenggat waktu itu tidak ada kenaikan signifikan jumlah pemilih.
Karena jika hanya sedikit pemilih legitimasi al-Sisi jika terpilih menjadi presiden akan terancam. Direktur eksekutif lembaga monitor pemilu, Shayfeenkom, Ahmed Hafez, mengatakan, bahwa wilayah Mesih benar-benar kering.
“Diperkirakan hanya 15-20 persen pemilih terdaftar yang muncul pada hari Senin, dana lebih rendah lagi pada hari Selasa,” ujarnya, Selasa. Salah satu stafnya di TPS dekat kota Qena, katanya, melaporkan hanya enam dari ribuan pemilih terdaftar yang memberikan suara. Desakan koran-koran swasta dan pemerintah yang mendesak pemilih untuk hadir ke TPS hanya sia-sia saja.
Agar semua pegawai negeri bisa memilih, Perdana Menteri Ibrahim Mehleb pun mengumumkan hari libur nasional. Begitu juga juga dengan pasar modal yang ikut-ikutan libur mendadak.
Ternyata Selasa pagi, jumlah pemilih hanya sedikit bahkan di sejumlah TPS tidak ada sama sekali pemilih yang datang.|POL
- See more at: http://politik.pelitaonline.com/news/2014/05/28/pemilu-mesir-sepi-permalukan-al-sisi#.U4WSFnZ4DNo
close
Banner iklan disini