Koalisi Freedom Flotilla Gelar Pertemuan Bahas Aksi Buka Blokade Gaza



Islamedia.co - Gabungan aktivis kemanusiaan dalam Freedom Flotilla menggelar pertemuan di London pada Sabtu kemarin (10/5) ini untuk membahas agenda aksi menembus blockade Jalur Gaza melalui jalur laut dan masalah bersifat teknis. Apalagi di tengah penutupan Rafah dalam waktu cukup lama.

Ketua Aksi Eropa Anti Blokade Jalur Gaza, Mazen Kahel mengatakan dalam siaran persnya, pertemuan itu akan dihadiri oleh perwakilan-perwakilan lembaga anggota koalisi Freedom Flotilla yang sudah pernah ke Gaza dari sekitar 10 negara dan akan menggelar konferensi pers pada Senin depan untuk mendeklarasikan langkah-langkah ke depan untuk membebaskan blockade dari Jalur Gaza.

Ia mengisyaratkan, pertemuan akan membahas gagasan baru dari para peserta koalisi untuk mencari jalan terbaik yang mungkin direalisasikan. Usai pertemuan akan dideklarasikan serangkaian langkah dan aksi yang bertujuan membebaskan Jalur Gaza dari blokade yang sudah memasuki tahun kedelapan.

Ia menambahkan, koalisi berusaha menciptakan usaha riil dan efektif untuk membuka blokade 'Israel' terhadap Jalur Gaza.

Freedom Flotilla adalah sekelompok aktivis yang tergabung dalam enam kapal laut yang diorganisir dalam Lembaga Bantuan Kemanusiaan Turki. Salah satu dari dua kapal itu adalah Mavi Marmara. Kapal lainnya didanai oleh Kuwait dan Aljazair. Sementara tiga kapal lainnya milik organisasi Kampanye Eropa Anti Blokade Gaza dan Kapal Swedia dan kapal Yunani serta Organisasi Freedom Gaza.

Konvoi aksi kapal anti blokade Gaza ini diikuti oleh aktivis dari 50 negara. Terutama adalah anggota parlemen Eropa, Jerman, Irlandia, dan anggota parlemen Turki, Mesir, Kuwait, Maroko, Aljazair, Jordania dan bahkan anggota parlemen 'Israel' Knesset yang anti 'Israel' disamping lebih dari 750 tokoh dan aktivis HAM dan aktivis media.

Koalisi ini adalah terbesar di dunia dalam usaha membebaskan Jalur Gaza dari blokade.

Pada 31 Mei 2010, kapal Mavi Marmara yang merupakan koalisi dari Freedom Flotilla diserang pasukan 'Israel' yang menwaskan sembilan warga Turki. [infopalestina/bsyr]