Emirate Dukung As-Sisi Serang Pejuang Muslim Lybia



Islamedia.co - Sumber-Sumber Emirate mengungkapkan dukungan negara tersebut untuk segera melakukan serangan militer ke Libya dalam rangka mengendalikan situasi keamanan di negara bekas pimpinan Diktator Haus Darah "Kaddafi" tersebut untuk meminimalisir ancaman keamanan yang bisa saja semakin berbahaya bagi Emirate apabila kekuatan Islamis di Libya semakin besar.

Sumber-sumber dari Syekh Muhammad Bin Zaid Bin Sultan Al-Nahyan si Pangeran Emirate mengungkapkan dukungannya terhadap usulan As-Sisi agar Angkatan Darat Amerika-Liga Arab menyerang Libya dan menumpas habis seluruh Angkatan Bersenjatan Libya yang sekarang dipegang oleh pihak-pihak yang membawa agenda Islam (Islamis) yang mereka anggap berbahaya dan dapat mengancam stabilitas negara-negara monarki sekitarnya.


Kelihatannya Emirate merubah strateginya untuk menghambat Libya dan melakukan kekacauan disana setelah Emirate gagal membidani kudeta yang dipimpin oleh Letjen Khalifah Haftar si boneka Emirate beberapa bulan yang lalu dikarenakan kesadaran rakyat Libya yang sudah tinggi sehingga kudeta dapat digagalkan pada waktunya.

Sementara rekanan utama Emirate dalam membidani kudeta di Libya yang tidak lain adalah As-Sisi yang kemarin pura-pura berpihak kepada rakyat Libya setelah kudeta gagal adalah pemilik inisiatif untuk penyerangan Libya dan intervensi pasukan asingan ke Libya. Inisiatif ini sangat berbahaya karena akan mengakibatkan perang yang berkepanjangan yang tak berhujung karena cirikhas mental kesukuan rakyat Libya yang begitu kental dimana mereka tidak akan pernah diam terhadap intervensi asing. Sebagaimana diketahui sejak awal rakyat Libya menolak masuknya pasukan asing manapun untuk membantu menghabisi rezim Kaddafi, sehingga sebahagian pihak cukup hanya menyetujui serangan udara saja setelah Liga Arab meminta hal tersebut, sedangkan rakyat Libya tidak pernah menyetujui serangan NATO tersebut dan senantiasa mengepresikan penolakan mereka lewat tulisan-tulisan ditembok "Kami Menolak Intervensi Amerika, Pemuda-Pemuda Libya Masih Cukup"

As-Sisi meminta Amerika untuk intervensi ke Libya lewat jalur darat untuk menyelesaikan masalah keamanan disana, sebagaimana As-Sisi juga mengungkapkan dukungannya untuk intervensi menghabisi berbagai ancaman yang datang dari berbagai pihak yang mengusung agenda Islam di Libya.

Menurut laporan Channel Fox News Amerika, As-Sisi meminta NATO melakukan intervensi ke Libya, karena menurutnya: "setelah Kaddafi tumbang maka Libya langsung dikendalikan oleh Islamis", sehingga dengan alasan ini pihak-pihak Barat dan Amerika cepat tertarik untuk merespon permintaan El-Sisi.

Secara internal, media massa nasional Libya melaporkan penangkapan personil militer Mesir yang masuk ke Libya dengan cara gelap dan ditangkap oleh pihak keamanan Libya di Benggazi.

Laporan-laporan nasional dan internasional juga menyampaikan berita suksesnya Militer Islamis Libya menguasai Pangkalan Militer Amerika pada minggu lalu, dimana pangkalan militer ini disiapkan untuk memerangi batalion-batalion militer Libya yang berhaluan Islamis. Dikabarkan bahwa saat penguasaan Pangkalan Militer Amerika itu terdapat juga disana pasukan-pasukan Algeria dan Mesir.

Bocoran-bocoran juga menyampaikan bahwa Militer Mesir sedang menyiapkan diri untuk menyerang Libya dan dibantu oleh Amerika dan sebahagian negara-negara Eropa. Sudah ada kesepakatan bahwa Militer Mesir dapat jatah untuk menguasai Pelabuhan-pelabuhan minyak Libya dan memborbardir kota Benggazi yang dianggap sebagai tempat beradanya "Pasukan Merdeka Mesir" model Syiria itu.

Media Massa Mesir juga melakukan penyerangan kepada Libya secara bertubi-tubi dan menuduh semua media-media massa yang dekat dengan pemerintahan sekarang sebagai teroris untuk membuat semacam pembenaran serangan militer yang akan dilakukan Mesir kedepan, seperti yang diungkapkan oleh para Ahli.

Untuk pembenaran selanjutnya, seorang jurnalis Mesir pendukung Kudeta juga sudah menyebar rumor dan Fitnah Issu kedatangan Aiman Zhawahiry pemimpin Al-Qaeda ke Libya dengan menggunakan pesawat Khusus dari Qatar untuk melatih apa yg mereka sebut dengan "Pasukan Merdeka Mesir" yang dipersiapkan untuk menyerang Mesir, katanya.

Mesir berkepentingan membuat rumor-rumor seperti ini untuk mendapatkan pembenaran serangan militer ke Libya sekaligus untuk memancing dan membakar opini publik Barat yang sangat sensitif dengan rumor Alqaeda, dan inilah penyebab utama-menurut para ahli-kenapa Amerika mendukung serangan militer ke Libya yang dapat menyeret kedua negara terlibat perang panjang jika hal itu benar-benar terjadi. (elshaab/Sy)