DR. Thariq Sweidan :"Junta Kudeta Mesir dan El Sisi Tak akan Bisa Hentikan Ikhwanul Muslimin"


Islamedia.co - DR. Thariq Sweidan, seorang Dai kondang Kuwait mengatakan: tidak ada yang dapat menghentikan pemikiran Ikhwanul Muslimin (IM), dan El-Sisi tidak akan mampu menghabisi IM. Gamal Abdel Naser pernah mencoba hal tersebut dan gagal, yaitu ketika Naser menangkap lebih dari 13 ribu anggota IM dalam satu malam. Beliau juga menggaris-bawahi bahwa pemikiran tidaklah dapat dihabisi kecuali oleh pemikiran pula.

DR.Sweidan menekankan - pada acara Dialog "Politik dan Agama" di Channel Al-Jazeera - bahwa jikapun El-Sisi menjadi Presiden maka hanya akan memperburuk kondisi ekonomi Mesir, bantuan negara-negara teluk juga tidak menguntungkan El-Sisi, karena orang-orang El-Sisi akan mengkorup semua bantuan yang datang dari negara-negara teluk.

DR.Swedan juga menyebutkan bahwa Dialog-Dialog yang dilakukan El-Sisi menggambarkan bahwa El-Sisi adalah sosok yang lemah dan tidak mampu mengurus Mesir. DR. Sweidan menekankan bahwa masa pemerintahan Mursi kemarin jauh lebih baik walaupun Institusi-Institusi Rezim berusaha menggagalkannya dengan berbagai cara.

Dalam Dialog tersebut, DR. Sweidan juga menekankan bahwa keberadaannya di dalam organisasi IM tidak pernah membuatnya menyesal. Beliau juga mengisyaratkan bahwa kalau saja IM tidak ada maka kondisi ummat bisa lebih buruk lagi. IM sudah mengkader banyak ikon-ikon besar yang sudah mengubah kondisi ummat menjadi jauh lebih baik.

DR. Sweidan juga menambahkan bahwa sepanjang sejarahnya IM tidak pernah melakukan tindak kekerasan, dan tuduhan kekerasan yang dilabelkan kepada organisasi ini semata-mata politis. Sebagaimana beliau juga menekankan pentingnya gerakan revolusi terus berlangsung dilapangan agar kudeta tidak dapat mengakar.

Beliau menguatkan bahwa jika kaum revolusioner senantiasa tangguh dan sabar menghadapi musibah kudeta ini maka mereka akan hidup merdeka untuk selamanya, namun apabila mereka berhenti bergerak dalam melawan rezim kudeta maka mereka akan hidup hina selamanya sebagaimana yang pernah dialami pada masa Mubarak, Sadat dan Naser.

DR. Sweidan juga menekankan bahwa rakyat Mesir adalah korban media massa yang berpihak kepada rezim Kudeta.
[A.N/fj-p/Islamedia/Sy]