Gereja Kristen Koptik Minta Militer Mesir Serang Libya



Islamedia.co - Gereja Kristen Mesir mengungkapkan bahwa Paus Paulus Teodorus II mendukung agresi militer  ke Libya. Pihak Gereja merasa khawatir akan keberadaan elemen-elemen yang menurut gereja mengancam, yang ingin menyerang Mesir dan mengatakan dirinya sebagai"Tentera Kemerdekaan Mesir".

Sumber-sumber lain menguatkan bahwa delegasi gereja memberikan dukungan penuh kepada Angkatan Bersenjata Mesir (ABM) pada langkah-langkah selanjutnya untuk membabat habis kelompok-kelompok bersenjata di Libya karena gereja menyangka mereka terlibat secara langsung mengincar warga Koptik Mesir di Libya dan membunuh mereka.

Sementara itu dalam menanggapi bocoran ini para ahli melihat bahwa rencana serangan militer ke Libya hanya strategi As-Sisi untuk mencari dukungan rakyat Mesir kepada Militer sekaligus membuat kekacauan di Libya dan memberi peluang kembali untuk Kudeta Militer  yang sebelumnya sempat gagal dibawah pimpinan Mayjen "Khalifah Haftar" yg dibantu oleh Angkatan Bersenjata Mesir, Uni Emirat dan Negara-negara teluk lainnya dalam rangka mengembalikan rezim Kaddafi ke kursi kekuasaan.

Berdasarkan sumber-sumber Amerika-seperti yg dilaporkankan World Tribune- Militer Mesir mendapatkan kepercayaan dari Amerika Serikat untuk memerangi pejuang Muslim di Libya dimana Amerika sudah memberikan lampu hijau untuk melakukan operasi militer di Libya untuk menghabisi Kelompok-kelompok Islamis dan membombardir titik-titik yang mana Amerika sudah menyiapkan informasi-informasi terkait yang diperlukan.

Sementara harian Washington Post Amerika sebelumnya pernah mempublikasikan bahwa Amerika berhasil merubah Idiologi militer Mesir di masa As-Sisi terkait perang melawan Islamis.

Disebutkan bahwa seorang penyiar yang dikenal dekat dengan Intelijen Mesir bernama Ahmad Musa menghasud Militer Mesir untuk memborbardir Libya dan melakukan Operasi Militer disana dan pada saat yang sama beredar  rumor keberadaan Militer Pembebasan Mesir di Libya dan mempublikasikan adanya pembicaraan telepon antara pihak-pihak yang sedang membicarakan kondisi internal Libya dimana pembicaraan telephone tersebut dipelintir sebagai bukti adanya usaha-usaha konspirasi terhadap Mesir berhubung rakyat Mesir tidak faham betul substansi pembiacaraan telephon tersebut karena pembicaraan tersebut menggunakan bahasa dengan dialeg Libya.

Sementara itu, Jurnalis lainnya yg dikenal sebagai Jurnalis Intelijen Mesir yang bernama Mustafa Bakri (yang sering dipelesetkan rakyat mesir dengan sebutan Baqari yg berarti lembu,red) menyebutkan tibanya Syaikh Aiman Zhawahiri Pemimpin Alqaeda ke Libya. Rumor ini sengaja disebar sebagai langkah penting untuk mendapatkan pembenaran serangan militer ke Libya sekaligus untuk memancing dan membakar opini publik Barat yang sangat sensitif dengan rumor Alqaeda, dan inilah penyebab utama-menurut para ahli-kenapa Amerika mendukung serangan militer  ke Libya yang dapat menyeret kedua negara terlibat perang panjang jika hal itu benar-benar terjadi.

Dukungan Amerika untuk memborbardir Libya ini juga membuktikan bahwa Amerika tidak mendapatkan jatah minyak di Libya dan sepertinya pemerintahan revolusioner Libya Baru tidak dapat mereka jinakkan untuk kepentingan Amerika sehingga perlu ditaklukkan dengan cara-cara kekerasan dan dengan menggunakan tangan-tangan bonekanya. (Elshaab/Sy)