Menjadi Manusia Baru Setelah Ramadhan



Islamedia - Tidak terasa, perjalanan waktu begitu cepat berlalu, tanpa bisa ditunda sedetik pun juga. Ramadhan, bulan yang penuh berkah, saat yang paling pas untuk menggali ibadah dan meminta ampun serta bertaubat kepada Allah SWT pergi meninggalkan kita semua hingga tahun berikutnya. Sementara itu, kita tidak pernah mengetahui, apakah Ramadhan tahun depan masih sempat bersama dengan keluarga dan orang-orang yang kita cintai untuk melaksanakan ibadah Ramadhan?

Apakah Ramadhan tahun berikutnya masih dapat kita rasakan keindahannya untuk memperbanyak ibadah puasa, shalat tarawih, tilawah Alquran, memperbanyak istighfar kepada Allah SWT dan lainnya? Pertanyaan itu akan terus muncul dan tidak ada yang pernah mengetahui jawabannya selain Allah SWT, tempat kita menyembah dan meminta.
  
Setiap yang datang, pasti akan berlalu pergi. Sesungguhnya, bulan Ramadhan menjadi saksi atas segala amalan yang kita lakukan selama ini, apakah itu berupa keburukan dan maksiat, ataukah ibadah dan amal shaleh.

Karena itu, intropeksi diri menjadi suatu hal yang penting mulai saat ini, melakukan evaluasi (muhasabah) terhadap segala hal yang sudah kita lakukan di bulan Ramadhan yang kita jalani. Tentunya, agar Ramadhan tahun ini tidak berlalu begitu saja seperti Ramadhan-Ramadhan sebelumnya.

Setelah Ramadhan, adakah perubahan pada diri kita? Selama sebulan penuh, kita memasuki masa-masa ibadah yang telah diwajibkan, semoga kita mendapatkan ampunan dari-Nya. Lahir kembali sebagai manusia baru, layaknya seorang bayi yang lahir tanpa dosa.

Selama puasa Ramadhan kemarin, kita lakukan dengan tulus ikhlas semata hanya mencari ridhanya, dan terbebas dari hal-hal yang membatalkan puasa. Inilah kesempatan yang tak ternilai harganya bagi umat Islam. Allah SWT memberikan ‘mekanisme’ penambahan pahala sekaligus pembersihan dosa.

Janji Allah, jika seorang yang beriman berpuasa dengan tulus ikhlas semata-mata hanya untuk menjalankan perintah-Nya, maka Allah SWT berjanji akan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu. Bisa jadi, Allah SWT sudah mengampuni dosa-dosa kita, tetapi kita mungkin belum terbebas dari dosa-dosa yang kita perbuat kepada manusia lain.

Dan, Allah SWT tidak memberi garansi akan memaafkan dosa itu kecuali kita sendiri mohon maaf kepada orang-orang yang terhadapnya kita telah berbuat dosa. Ketika keluar bulan Ramadhan seharusnya setiap manusia menjadi lebih baik dibanding dengan bulan sebelumnya. Hal itu karena dia sudah ditempa di madrasah Ramadhan untuk meninggalkan berbagai macam maksiat dan mudah melaksanakan kebajikan.

Mereka yang dahulu malas-malasan dalam melaksanakan shalat lima waktu seharusnya menjadi sadar dan rutin mengerjakannya di luar bulan Ramadhan. Semoga, selepas Ramadhan ini, insya Allah setiap kita terlahir lagi menjadi manusia baru yang fitri. Mari kita isi lembaran baru itu dengan amalan yang Allah ridhai.


Cecep Y Pramana
@CepPangeran
blogmotivasionline.blogspot.com

Baca Ini Juga ...: